Diringkus Polisi, Pelaku Pemalakan Sopir Truk di Jalinsum Malah Berpantun


Usai viral, pelaku pemalakan dan pengancaman sopir truk di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kecamatan Muara Sipongi Kabupaten Mandailing Natal diringkus polisi.

Satreskrim Polres Mandailing Natal (Madina) langsung bergerak usai video sekelompok pria melakukan pemalakan dan pengancaman terhadap sopir truk di Jalinsum tepatnya dikenal Bukit Dua Baleh Muara Sipongi beredar di media sosial. Dari sekelompok preman tersebut, polisi meringkus dua pelaku.

Dari sekelompok pria tersebut, polisi meringkus dua pelaku. Yakni, Asrinal (26) dan Hasan (58) keduanya merupakan warga Tanjung Alai, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Madina. Nama terakhir adalah preman yang dalam video memakai baju kuning. Pria inilah yang naik dari sisi pintu truk.

Kegarangan Hasan dalam video yang melakukan pemalakan dan mengancam sopir truk hilang saat digelandang ke Mapolres Madina. Polisi tak memproses kasus tersebut karena korban tak melapor. Namun, polisi memberi peringatan agar pelaku tak mengulangi perbuatan tersebut lagi.

Hasan pun meminta maaf atas aksi tersebut yang direkam dalam video. Permohonan maafnya itu, pria 58 tahun itu malah menutupnya dengan berpantun.

Suarapakar.com – Usai viral, pelaku pemalakan dan pengancaman sopir truk di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kecamatan Muara Sipongi Kabupaten Mandailing Natal diringkus polisi.

Satreskrim Polres Mandailing Natal (Madina) langsung bergerak usai video sekelompok pria melakukan pemalakan dan pengancaman terhadap sopir truk di Jalinsum tepatnya dikenal Bukit Dua Baleh Muara Sipongi beredar di media sosial. Dari sekelompok preman tersebut, polisi meringkus dua pelaku.

Dari sekelompok pria tersebut, polisi meringkus dua pelaku. Yakni, Asrinal (26) dan Hasan (58) keduanya merupakan warga Tanjung Alai, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Madina. Nama terakhir adalah preman yang dalam video memakai baju kuning. Pria inilah yang naik dari sisi pintu truk.

Kegarangan Hasan dalam video yang melakukan pemalakan dan mengancam sopir truk hilang saat digelandang ke Mapolres Madina. Polisi tak memproses kasus tersebut karena korban tak melapor. Namun, polisi memberi peringatan agar pelaku tak mengulangi perbuatan tersebut lagi.

Hasan pun meminta maaf atas aksi tersebut yang direkam dalam video. Permohonan maafnya itu, pria 58 tahun itu malah menutupnya dengan berpantun

“Atas kejadian di Muara Sipongi, saya berkelakuan sebagai pemeras sopir truk di Muara Sipongi. Saya memohon minta maaf dari ujung rambut sampai ujung kaki, tak akan ku ulangi kembali,” ujarnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel