Sadis, Majikan Siram Air Panas ke PRT Hingga Melepuh


Nasib tragis dialami oleh Eka Febriyanti. Perempuan 21 tahun yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) itu harus merasakan getirnya hidup. Tubuhnya penuh luka melepuh akibat disiram air panas oleh majikan dan anaknya.

Mereka adalah DMW dan kedua anaknya SYA dan KED. Kasus ini terjadi pada 7 Mei 2019 sekira pukul 09.00 Wita.

Pemicu kasus ini sepele, yakni Eka Febriyanti tak menemukan gunting berwarna merah yang diminta oleh DMW selaku majikan. Kala itu, DMW meminta Eka Febriyanti mencari gunting berwarna merah.

Sembari meminta mencarikan gunting yang dimintanya, Desak Made Wiratningsih juga mengancam akan menyiram perempuan asal Jember, Jawa Timur itu jika tak berhasil menemukan gunting yang dimintanya itu.

Sial bagi perempuan kelahiran Jember, 21 Februari 1998 itu, mencari hingga tiga jam lebih guntig merah sebagaimana dimaksud majikannya itu tak juga ketemu.

"Saat bilang akan menyiram air panas jika gunting tak ketemu, pembicaraan DMW didengar oleh kedua anaknya. Korban mencari gunting itu hingga pukul 12.30 WITA tak kunjung ketemu," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol Andi Fairan, Rabu (15/5/2019).

DMW kemudian meminta anaknya memasak air panas sebanyak dua panci. Lalu, pelaku memanggil korban ke kamarnya di lantai atas rumah. Di dalam kamar sudah ada dua anaknya yang membawa dua panci air panas.

Pelaku yang tak lain majikannya itu bertanya di mana guntingnya. Oleh korban dijawab tidak ketemu. Akhirnya majikannya ini mengambil air panas dengan menggunakan gelas dan menyiramkannya ke tubuh korban sebanyak satu kali dari atas kepala secara perlahan.

Selanjutnya majikan korban menyuruh SYA dan KED secara bergantian menyiramkan air panas ke tubuh korban dengan menggunakan gelas berkali-kali sampai air panas sebanyak dua panci tersebut habis.

"Korban hanya bisa berteriak ‘aduh panas-panas’ dan ‘ampun-ampun’, tapi mereka tidak peduli," tuturnya.

Usai itu, korban disuruh membersihkan bekas siraman air panas ke tubuhnya yang berceceran di lantai. Tak hanya itu, pelaku juga meminta korban kembali mencari gunting yang dimaksudnya tadi, sembari mengancam akan kembali menyiram dengan dua panci air panas.

Sial bagi Eka Febriyanti, gunting yang diminta majikannya tak juga ketemu. "Selanjutnya pada pukul 22.00 Wita korban diminta kembali naik ke lantai atas ke kamar majikannya. Di dalam kamar sudah ada SYA dan KED," cerita Andi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel