Polri Resmi Hentikan Kasus Dugaan Penyerangan Laskar FPI kepada Polisi yang Tewaskan 6 Orang


Polri secara jelas sudah menghentikan penyelidikan kasus di Tol Jakarta-Cikampek Km 50.

Insiden tersebut sempat ramai menjadi perbincangan publik setelah adanya bentrok antara anggota Polisi dengan anggota laskar Front Pembela Islam (FPI).

Insiden tersebut berakhir dengan menewaskan enam orang anggota laskar FPI.

Seperti yang PikiranRakyat-Majalengka.com beritakan sebelumnya, kasus tersebut membuat Komnas HAM turun untuk melakukan penyelidikan terkait tewasnya enam orang anggota laskar FPI.

Komnas HAM bahkan sudah memberikan hasil penyidikannya kepada Polri.

Dalam hal ini Komnas HAM secara tegas memberikan rekomendasi terhadap insiden tersebut dengan memfokuskan kasus tewasnya empat dari laskar FPI yang termasuk pada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Polri menanggapi dengan berfokus pada dua poin yang akan menjadi pertimbangan dari hasil investigasi Komnas HAM.

Pertama kejadian penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang bertugas dan yang kedua ialah permasalahan unlawfull killing.

Dikutip PikiranRakyat-Majalengka.com dari Humas.polri.go.id, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto memastikan penghentian perkara dugaan kekerasan yang dilakukan 6 anggota laskar Front Pembela Islam (FPI).

Meski keenamnya telah dinyatakan tewas dalam insiden di Tol Jakarta-Cikampek Km 50 itu Polri menyampaikan bahwa mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dikarenakan keenam anggota laskar FPI itu diduga melakukan kekerasan.

“Artinya bahwa proses terhadap perbuatan awal kejadian itu tetap kita proses. Nanti kita SP3 (Surat Penghentian Penyidikan) karena tersangka meninggal dunia,” ujar Komjen Agus Andrianto.

Masih dikutip dari sumber yang sama, karena adanya SP3 otomatis seluruh penyidikan perkara tersebut dan status tersangka pada enam Laskar FPI tersebut sudah tidak berlaku di mata hukum.

Hal ini dijelaskan oleh Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono yang memaparkan, penghentian kasus ini sebagaimana tertuang dalam Pasal 109 KUHP karena tersangka sudah meninggal dunia.

“Kasus penyerangan di Tol Jakarta-Cikampek dihentikan. Dengan begitu, penyidikan serta status tersangka sudah gugur,” kata Irjen Argo Yuwono.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel