Kisah Pilu Nenek Tua Tinggal Sebatang Kara Cuma Bisa Makan Sisa Tiwul Singkong Jemur


Menghabiskan sisa hidup di masa tua dalam kondisi ekonomi berkecukupan adalah suatu hal yang menjadi damabaan banyak orang. Namun terkadang kenyataan tidak berjalan sesuai dengan kehendak kita.

Seperti seorang nenek yang sudah tua dan bahkan hidup sebatang kara ini di Gunung Kidul, Yogyakarta. Di usia senjanya ia hanya tinggal sendirian dan bahkan hanya menggantungkan dirinya pada tetangga di sekitarnya yang mau peduli.

Ia pun hanya bisa memakan sisa tiwul singkong jemuran. Usianya yang semakin tua pun menyebabkan tubuhnya begitu rentan terkena penyakit. Simak ulasan berikut ini.

Tinggal Sebatang Kara

Mbah Kariyo, seorang nenek yang usianya sudah 91 tahun harus merasakan kisah pilu masa tuanya. Ia bahkan tinggal hanya sebatang kara dan hanya menggantungkan hidupnya pada tetangga sekitarnya yang mau peduli saja.

Jadikan Tongkat Kayu Sebagai Tumpuan Jalan

Usianya yang sudah hampir seabad, membuat Mbah Kariyo kesulitan dalam melakukan segala aktivitasnya termasuk berjalan. Jalannya pun sudah amat tertatih-tatih.

Hanya Bisa Makan Sisa Tiwul Jemuran

Tiwul, makanan yang terbuat dari bahan singkong kini menjadi makanannya ketika lapar. Hanya sisa tiwul jemuranlah yang bisa Mbah Kariyo makan, karena ia sudah tak menjadikan nasi sebagai sumber energi lantaran menderita sakit maag parah. Sehingga apabila perut terisi nasi ia akan muntah-muntah.

Mbah Kariyo akhirnya hanya mengonsumsi tiwul yang diberi oleh tetangga. Apabila tidak habis ia biasa menjemurnya untuk kemudian dapat dikonsumsi kembali dilain waktu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel