Seorang Kakek Rela Jualan Telur Keliling Meski Napas Berat Demi Biayai Sekolah Cucu

 


Walaupun usianya sudah 70 tahun, tetapi kakek ini tetap berjuang agar cucunya bisa sekolah.

Terkadang, rasa cinta seorang kakek begitu besar kepada cucunya, bahkan melebihi kepada dirinya sendiri. Kakek berikut ini pun begitu menyayangi cucunya, dia bahkan rela tetap bekerja di usia yang sudah senja demi memenuhi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan cucunya.

Beliau bernama Kakek Buang yang kini telah berusia 70 tahun. Beliau sehari-harinya mencari rezeki dengan cara berjualan telur ayam keliling dengan berjalan kaki. Hal ini tentu bukan hal mudah di usia beliau yang sudah tak lagi mudah.

Dengan napas yang terengah-engah, beliau berjualan telur ayam seharga Rp1000 per butirnya. Terkadang, malah ada orang yang menawar jadi Rp500 per butir. Kalau dia membeli banyak, biasanya akan diberikan oleh Kakek Buang daripada tidak laku.

Beliau pun juga jualan ayam yang dipelihara sendiri tetapi biasanya orang hanya membeli ayam kalau hendak mengadakan syukuran atau menjelang hari raya. Beliau mengatakan, yang penting kakek dan cucunya bisa makan setiap hari.

Kini, beliau pun harus membantu membiayai cucunya yang masih di sekolah dasar. Hal ini disebabkan karena anak beliau yang merupakan orang tua dari cucunya tersebut, terdampak pandemi sehingga kini tak punya penghasilan. Padahal, penghasilan Kakek Buang pun sebenarnya tak seberapa.

Beliau tidak ingin cucunya bernasib sama seperti sang kakek yang tidak sekolah sehingga pekerjaannya susah. Beliau tak mau kalau sampai cucunya miskin di masa tua. Oleh sebab itu, kakek pun membantu menyisihkan uangnya dan menahan lapar demi bisa membayar biaya sekolah cucunya.

Tak cuma itu, Kakek Buang pun kini hidup di rumah yang tak layak huni dan hampir roboh. Bahkan beberapa bagian atas rumahnya ini sudah patah serta gentingnya berjatuhan. Dindingnya bolong-bolong di beberapa bagian sehingga menakutkan apalagi kalau sedang hujan angin.

Oleh sebab itu, Kakek Buang dan keluarganya pun terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya kalau sedang musim hujan begini. Sungguh banyak cobaan yang harus dialami oleh Kakek Buang di masa tuanya, tetapi beliau tak pernah putus asa dan pantang menyerah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel