Nenek Asal Jember Diusir Anaknya saat Berkunjung ke Bali


Video seorang nenek yang menangis tersedu-sedu di sebuah warung makan viral di media sosial. Rupanya, nenek sekaligus ibu asal Jember, Jawa Timur itu menangis lantaran mendapat perlakukan menyakitkan dari sang anak yang tega mengusirnya. Padahal, nenek itu jauh-jauh dari Jember ke Bali hanya untuk mengunjungi anaknya.

Video tersebut mulanya diunggah oleh Yuni Rusmini dalam akun Facebook-nya pada Senin (9/9). Dalam video itu, sang nenek mengungkapkan bahwa ia sangat rindu terhadap anaknya. Ia pun sudah membawa sejumlah kerupuk sebagai oleh-oleh khusus untuk sang anak.

Namun, bayangan kebahagiaan pertemuan dengan sang anak musnah sudah. Entah apa yang tengah dipikirkan sang anak, atau entah tengah dirundung masalah apa. Tanpa belas kasih, ia justru mengusir ibunya yang datang jauh-jauh dari Jember. Terlebih, sang ibu sudah lanjut usia.

Sang ibu yang sudah sepuh itu pun terpaksa angkat kaki dari rumah anaknya. Sampai pada akhirnya, ia singgah di sebuah warung di pinggir jalan. Di sana, ia menangis sejadi-jadinya. Ia pun mencurahkan rasa sakit hatinya kepada pemilik warung dan beberapa orang yang ada di sana menggunakan bahasa Jawa.

Kendati demikian, sembari sesenggukan, nenek itu tetap mendoakan anaknya agar kembali mengingatnya sebagai seorang ibu; ibu yang telah melahirkan dan membesarkannya.

Salah satu sopir yang berada dalam warung tersebut pun tersentuh mendengar cerita nenek tersebut. Lantaran kasihan, sopir sebuah bus turut membantu nenek pulang.

Tidak hanya itu, cerita pilu nenek yang diusir anak kandungnya sendiri tersebut juga membuat warganet geram. Selain itu, banyak juga warganet yang merasa sedih. Mereka pun mendoakan sang nenek agar selalu diberi ketabahan serta kesehatan.

"Semoga anaknya cepak sadar dan memohon ampun," tulis Adriian ifank.

"Seharusnya bangga dan bersyukur masih punya orang tua yang bisa menjadi ladang pahala," lanjut Suriansyah.

"Enggak tega melihatnya. Semoga simbah selalu sehat, diberi umur panjang, dan anaknya segera taubat lalu minta maaf," tambah Herman Praktikto.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel