Kronologi Anak Bunuh Ibu Kandung di Malang dan Mayatnya Dikubur Separuh


Pembunuhan seorang ibu oleh anak kandung di Malang dilatarbelakangi urusan harta karun. Pelaku mengaku mendapat bisikan gaib untuk menghabisi korban agar mendapatkan harta karun yang dia inginkan. 

Caranya korban dimasukkan ke dalam lubang dan dikubur separuh. Keterangan ini didapat polisi berdasarkan pemeriksaan terhadap pelaku pembunuhan Arifudin Hamdy (35). 

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, antara pelaku dan korban sama-sama meyakini ada harta Karun yang terpendam  di sebuah bangunan kosong milik Pembangkit Jawa Bali (PJB) Karangkates. Keyakinan itu didapat setelah korban dan pelaku bertemu seorang paranormal di Blitar.

"Atas petunjuk paranormal itu, korban lantas melakukan penggalian di bangunan kosong. Dia menggali sendiri menggunakan cangkul. Sementara pelaku diminta menunggu di warung tempatnya bekerja," katanya, Sabtu (14/2/2021). 

Namun, belum selesai korban menggali tersangka tiba-tiba menyusul dan medapati korban dalam kondisi tidak sadar karena keletihan.Mengetahui hal itu, tersangka bukannya menolong, tetapi justru mendorong korban ke lubang yang digali dan mengubur separuh badan. Bagian kepala hingga perut dikubur dalam tanah. Sedangkan bagian perut hingga kaki menjuntai ke permukaan tanah.

"Tersangka mengaku aksi keji ini dilakukan karena bisikan gaib untuk mendapatkan harta karun yang terpendam di lokasi tersebut. Aksi pelaku ini diperkirakan sudah dilakukan sekitar dua minggu, terhitung sejak ditemukannya mayat korban," ujarnya. 

Namun, polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus ini, termasuk memeriksa kondisi kejiwaan tersangka. Sebab, ada keterangan tak masuk akal yang disampaikan tersangka. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel