Keluarga Pasien Ngamuk Minta Darah yang Dibeli di RS Grand Med Lubukpakam, Tim Medis Dituding Lalai


PAKAM-Keluarga pasien di Rumah Sakit Grand Med Lubukpakam mengamuk.

Mereka kesal dengan pelayanan rumah sakit, yang menyebabkan salah satu pasien meninggal dunia.

Tidak hanya mengamuk, keluarga pasien itu nyaris adu jotos dengan pegawai rumah sakit, karena kesal darah yang sudah dibeli tak kunjung diperlihatkan.

Menurut Mahendra, akibat ketidakprofesionalan rumah sakit, mertuanya bernama Buyung Uning yang mengalami penggumpalan darah di otak meninggal dunia pada 31 Agustus kemarin.

Hingga pagi hari, sempat dibawa seorang pendonor, namun tidak cocok.

Selanjutnya, dari rumah sakit ada dari teknisi yang darahnya cocok.Lalu diambil lah darah orang yang tidak dikenal ini.Mahendra dan keluarga diminta membayar Rp 3,8 juta.

Setelah mertuanya meninggal dunia, Mahendra bersama adiknya datang ke rumah sakit dengan niat ingin melihat darah yang sudah dibeli, tapi tidak jadi ditransfusi ke mertuanya.

Kami bayar Rp 3,8 juta, tapi enggak ada dikasih yang namanya darah itu," kata Mahendra.

Sumber : https://medan.tribunnews.com/2020/09/04/keluarga-pasien-ngamuk-minta-darah-yang-dibeli-di-rs-grand-med-lubukpakam-tim-medis-dituding-lalai?page=all

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel