Merasa Dimanfaatkan, Istri Bunuh Suami Kedua

Masih ingat penemuan mayat korban pembunuhan di Sungai Jumrah, beberapa waktu lalu? Ternyata si mayat bernama Manotar Simamora dibunuh istrinya sendiri berinisial Ma (31). Kasus ini terungkap berkat kerja kerjas Polsek Rimba Melintang dibantu Polres Rohil dan Subdit III Jatanras Polda Riau.


Dari hasil pemeriksaan diketahui, usai berpisah dengan Aj, Ma lalu menikah dengan Manotar Simamora warga Dolok Sanggul, Sumut. Setelah menjadi suami istri, Manotar tetao di kampungnya sementara Ma tinggal di Bagan Batu, Rohil menjalankan usaha dagang.

Selama berhubungan sebagai pasangan suami istri, Ma merasa tak bahagia Bahkan dia merasa hanya dimanfaatkan oleh suami keduanya itu.
Pada suatu waktu, dia bertemu dengan mantan suaminya AJ. Kondisi rumah tangga dan apa yang dirasakannya, kemudian disampaikan Ma kepada AJ.

Sebagai mantan suami, warga Balam kilometer 6, Kecamatan Bangko Pusako ini menjadi pendengar setia. Semua curhatan mantan istrinya didengar baik-baik. Lantaran sering berkomunikasi, belakangan benih cinta di antara mereka tumbuh kembali. Mereka pun sepakat untuk merajut kasih yang sempat putus.

Hanya saja, mereka menemui batu sandungan. Ma masih berstatus istri orang. Agar keduanya bisa bersatu kembali, Ma dan AJ lalu merencanakan untuk menghabisi nyawa Manotar.

Saat korban bertandang ke Baganbatu untuk menemui istrinya, rencana pun siap dijalankan. Ma mengajak Manotar ke Bagansiapiapi, Senin (27/11) pukul 20.30 WIB. Mereka menggunakan mobil Toyota Agya, Ma yang mengemudikannya.

Di tempat terpisah, AJ menemui ponakannya Sy di tempat kejadian perkara. Dia kemudian menyampaikan maksudnya. Selanjutnya mereka pun siap-siap.

Pukul 01.30 WIB, Ma menghentikan mobil di TKP, pura-pura ingin istirahat sambil buang air kecil. Saat itulah AJ dan Sy yang sudah lebih awal sampai di sekitaran Jembatan Jumrah, Kepenghuluan Jumrah, Kecamatan Rimba Melintang, langsung memukul korban dengan kayu broti berpaku. Pukulan mengenai kepala, punggung dan wajah korban. Tercatat ada empat kali pukulan.

Setelah tewas, tubuh manotar dibuang ke sungai. Beberapa hari kemudian, tepatnya, Senin (28/11) jasadnya ditemukan mengapung di sekitar sana.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel