3 Warga Makassar Kena Tembakan Peringatan, Kapolres Minta Maaf Anggota Lalai


Makassar - Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menyelidiki insiden warga terkena peluru saat polisi mengeluarkan tembakan peringatan di Kota Makassar. Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Muhammad Kadarislam meminta maaf atas kelalaian anggotanya dalam insiden yang menewaskan seorang warga.

"Atas nama institusi Polri, khususnya Polres Pelabuhan Makassar kita juga turut berduka dan memohon maaf atas kelalaian anggota sehingga ada masyarakat yang jadi korban tindakan kepolisian," ujar Kadarislam kepada detikcom, Senin (31/8/2020).

Kadarislam mengatakan hasil autopsi korban Anjas yang meninggal dalam insiden tersebut sudah dikirim ke Polda Sulsel untuk diperiksa. Polda akan mencocokkan hasil autopsi dengan keterangan 11 polisi yang ditahan seusai penembakan.

"Hasil autopsi itu sekarang dibawa sama Polda, diserahkan ke Polda hasil autopsinya untuk mensinkronkan dengan keterangan anggota dan senjatanya," katanya.

Kadarislam memastikan penyebab kematian korban akibat tembakan peringatan tersebut akan segera terungkap.

"Ketahuan pasti, bahwasanya peluru apa gitu kan. Kan ada namanya uji balistik," tuturnya.

Terkait kasus ini, 11 anggota polisi masih ditahan di Polda Sulsel untuk dimintai keterangannya atas peristiwa penembakan yang melukai 2 warga dan menewaskan 1 orang lainnya.

"Sementara ini dari tadi malam ada 11 anggota yang ditahan di Polda Sulsel terkait kasus penembakan ini," imbuhnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel