Penyesalan Mastur setelah Pelawak Omas Meninggal Dunia, Ungkap Ketakutan Terbesar Sang Kakak


JAKARTA - Pelawak Mastur, mengungkapkan penyesalannya setelah sang kakak pelawak Omaswati atau Mpok Omas meninggal dunia, Kamis (16/7/2020).

Penyesalan Mastur beralasan karena saat detik-detik meninggalnya Omas dia tidak berada di sampingnya.

Hal ini beralasan karena tempat tinggal OMas dan Mastur tidak sama. 

"Saya beda rumah sama dia (Omaswati). Saya tidak jelas kenapa meninggalnya," kata Mastur ketika ditemui di rumah Omaswati, kawasan Cibubur, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat (17/7/2020).

Mastur menyesal tidak menemani kakaknya di waktu terakhir.

"Penyesalan pasti ada karena nggak bisa melihat dan ngobrol lagi," ucap Mastur.

Saat masih hidup pun, Mastur menyebutkan kondisi kesehatan Omaswati semakin menurun.

Omaswati bahkan lemah dan tidak berdaya di hari-hari terakhir hidupnya. 

Omaswati hanya bisa tidur diatas kasur karena lemas setelah diketahui menderita sakit paru-paru, diabetes dan lambung.

"Sebelum meninggal, dia (Omaswati) lemas. Kalau ngobrol, kayak kita ngobrol sendiri," ujar Mastur.

Dia mengatakan kalau Omaswati hanya memberikan respon seadanya ketika diajak berbincang.

"Ya cuma dibalas sama gerakan mulut dan tangan aja kalau diajak ngobrol," ujar Mastur.

Takut Jarum Suntik

Mastur menceritakan riwayat sakit yang diidap mendiang Omaswati, kakak perempuannya yang juga pelawak.

Omaswati meninggal dunia di usia 54 tahun, Kamis (16/7/2020) malam.

Sebelum meninggal dunia, Omaswati mengidap penyakit paru-paru, diabetes dan lambung.

"Sudah lama sakit. Sakitnya setelah diperiksa ke dokter baru ketahuan ada paru-paru, diabetes dan lambung sampai maag," kata Mastur di rumah duka, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat (17/7/2020).

Mastur mengatakan, selama ini Omaswati tidak pernah menceritakan sakitnya.

Apalagi Omaswati juga dikenal takut periksa ke rumah sakit.

"Dia (Omaswati) tuh nggak pernah ceritain sakitnya ke keluarga dan saudaranya. Dia takut di suntik, makanya nggak pernah ke rumah sakit," ucap Mastur.

Mastur mengayatakan, sakit yang diderita Omaswati diketahui setelah dibawa ke rumah sakit saat bulan puasa lalu.

"Itu pas pingsan. Pas pingsan, keluarga berunding dan akhirnya dibawa ke rumah sakit. Kalau dia sedang sadar, mana mau ke rumah sakit," jelas Mastur.

Omaswati hanya dirawat tiga hari di rumah sakit, kemudian rawat jalan.

Sayangnya, kondisi kesehatan Omaswati terus menurun setelah dirawat di rumah sakit.

"Pas rawat jalan, kondisinya ngedrop. Badannya udah lemas banget, ngomong aja sudah nggak bisa. Kalau ngobrol sama Omas, dibalas cuma pakai gerakan mulut dan tangan," ujar Mastur.

Jenazah Omaswati disemayamkan di kediamannya di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Nazar mau bantu masjid dan umrohkan janda sekitar rumahnya

Mpok Omas memiliki nazar (janji) sebelum meninggal dunia, Kamis (16/7/2020). 

Nazar Omas ini sangat mulia, yakni ingin membantu pembangunan masjid dekat rumahnya dan memberangktkan umrah para janda di sekitar tempat tinggalnya. 

Kini, keluarganya tengah mengupayakan memenuhi nazar Omas tersebut. 

Hal ini diungkapkan, Dio Ambiah,  putra kedua mendiang Omaswati atau Mpok Omas.

Omaswati sempat diketahui menderita beberapa penyakit, seperti asma, diabetes dan gangguan pada paru-paru.

"Beliau pernah ngomong mau bantu bangun masjid," kata Dio Ambiah saat ditemui di rumah duka, Jalan Swadaya, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat (17/7/2020) dini hari.

Dio Ambiah hanya mengamini keinginan ibunya tersebut.

Sebelum meninggal, Mpok Omas bahkan sedang menjual sebagian tanah. Jika tanah itu laku dan dibeli orang, Mpok Omas ingin memakainya untuk memberangkatkan umrah tetangganya.

Bersama kakak dan adiknya, Dio Ambiah berusaha mewujudkan keinginan ibunya itu.

"Ini kan nazar. Kami teruskan kalau rezekinya memang ada," kata Dio Ambiah yang sebenarnya ingin mengajak ibunya itu kembali ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji.

Mpok Omas juga pernah mengatakan niatnya kembali ke Mekkah sebelum meninggal dunia.

"Cuma Allah berkehendak lain," kata Dio Ambiah.

Bercanda Sempat 


Omas masih bisa bercanda beberapa hari lalu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Dio  mengatakan, kondisi kesehatan ibunya semakin buruk dalam empat hari terakhir ini.

"Kemarin masih bercanda, cuma nggak ngomong, kayak (noyor) kepala saya," kata Dio Hambiah di rumah duka, kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat (17/7/2020) dini hari.

Meski sudah ikhlas dengan kepergian ibunya, Dio Hambiah masih kaget melihat ibunya meninggal.

"Nggak ada pesan apa-apa," kata Dio Hambiah melanjutkan, Omaswati mulai berkurang intensitas bicaranya sejak Kamis malam.

Omaswati lebih banyak diam. "Nggak ada omongan sama sekali," kata Dio Hambiah.

Sebelum meninggal, Omaswati sempat mengalami sesak nafas dan demam tinggi.

Dio Hambiah yang menemani saat-saat terakhir ibunya mengatakan, Omaswati masih menonton televisi sebelum meninggal dunia.

Tidak berselang lama, Omaswati menghembuskan nafas terakhir. Meski sempat dibantu nafas buatan anaknya, nyawa Omaswati sudah tidak bisa ditolong.

Mpok Omas meninggal di usia 54 tahun dan meninggalkan 3 anak.

Rencananya jenazah Mpok Omas akan dimakamkan pada Jumat pagi ini sebelum salat Jumat di pemakaman dekat rumah.

Biodata Omas

Omaswati merupakan pelawak senior asal Indonesia yang terkenal pada tahun 90an dan 2000an.

Pelawak yang memiliki ciri khas bibir monyong ini memberikan tawa pada penonton melalui lawakan-lawakan khas Betawi yang selalu ia bawakan.

Tentu saja, lawakan-lawakan khas Betawi ini merupakan salah satu hal yang ia pelajari saat baru merintis karir.

Bagaimana awal karir Omaswati?

Berikut Surya.co.id merangkum biodata Omaswati semasa hidup.

Dikutip dari Wikipedia, Omaswati adalah perempuan kelahiran Jakarta pada tanggal 3 Mei 1966.

Ia juga sekaligus merupakan adik dari Mandra, pelawak yang juga terkenal dengan lawakan khasnya.

Omaswati mengawali karirnya dari kesenian tradisional asal Betawi yaitu Lenong.

Pada awal karirnya, telah aktif tampil di televisi untuk memerankan pemeran pendukung dalam beberapa sinetron

Omaswati juga tampil di televisi sebagai pemeran pendukung dalam beberapa sinetron.

Selain bermain di sinetron, Omaswati tak melupakan asalnya dari dunia lawak.

Ia juga sering terlihat tampil dalam acara-acara lawak yang ada di televisi.

Lawakannya memang asli dan amat lucu, kalau dia bicara ceplas-ceplos karna mulutnya yang monyong.

Beberapa judul sinetron yang ia bintangi juga namanya melambung dengan kontribusi Omaswati.

Berikut judul sinetron yang diperankan oleh Omaswati, baik sebagai pemeran utama maupun pemeran sampingan.

- Jodoh Apa Bodoh

- Insyaf tajuk 1: Omas Bukan Cinderella, tajuk 2: Gara-Gara Judi Bola

- Matahariku Sebagai Omas

- Upik Abu dan Laura Sebagai Omas

- Cinta Fitri (Musim 7) Sebagai Enyak Marzuki

- Yang Muda Yang Bercinta Sebagai Ipeh

- Akibat Pernikahan Dini Sebagai Omas

- Anak-Anak Manusia Sebagai Isah

- Yang Muda Yang Bercinta Sebagai Ipeh

- Akibat Pernikahan Dini Sebagai Omas

- Anak-Anak Manusia Sebagai Isah

Kehidupan Pribadi

Omaswati merupakan adik dari pelawak senior yaitu Mandra.

Perempuan yang kerap dipanggil Omas ini juga merupakan kakak dari pelawak Mastur.


Ia sempat beberapa kali berada satu judul sinetron dengan kakaknya.

Omaswati tercatat pernah menikah dengan Madi Pribadi.

Namun, Omaswati menggugat cerai suaminya pada tahun 2002 lalu.

Dari pernikahannya, ia memiliki dua anak yaitu Muhammad Rizky Dioambiah, dan Dimas Aji Septia.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Sebelum Meninggal Dunia, Mastur: Omaswati Tidak Pernah Mau Diajak Berobat ke Rumah Sakit

Sumber : https://surabaya.tribunnews.com/2020/07/17/penyesalan-mastur-setelah-pelawak-omas-meninggal-dunia-ungkap-ketakutan-terbesar-sang-kakak?page=4

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel