Pemkot Surabaya Perlakukan Khusus Pekerja Sidoarjo dan Gresik, Cuma Syarat Ini


SURABAYA - Pemkot Surabaya memberi perlakuan khusus bagi pekerja yang berasal dari wilayah sekitar Surabaya. Mereka hanya perlu menunjukkan kartu identitas untuk masuk Surabaya.

Pemkot Surabaya memastikan ada pengecualian terkait pekerja luar daerah yang wajib kantongi surat keterangan bebas Covid-19.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, bagi pekerja komuter atau yang setiap hari PP ke Surabaya termasuk yang dikecualikan.

"Orang yang komuter artinya itu bolak-balik, itu dikecualikan," kata Irvan, Sabtu (18/7/2020).

Dalam Pasal 24 Perwali 33 tahun 2020 memang disebutkan, 'Kewajiban menunjukan hasil pemeriksaan rapid
test atau swab atau surat keterangan bebas gejala dikecualikan untuk orang yang ber-KTP, yang melakukan perjalanan komuter dan/atau orang yang melakukan perjalanan di dalam wilayah/kawasan anglomerasi'.

Irvan memberi contoh, misalnya pekerja dari Sidoarjo yang setiap hari bekerja di Surabaya itulah yang termasuk kategori komuter. Atau termasuk dalam pengecualian.

Begitu pula pekerja yang dari Gresik. Dengan kata lain, pekerja dari daerah yang berada di sekitar Surabaya terhitung sebagai pengecualian.

"Aglomerasinya ini mengacu pada kalimat komuter kalau di Dishub kereta komuter ke utara sampai Lamongan, selatan sampai Mojokerto," terang Irvan.

Untuk mempermudah monitoring kategori itu, perlu kartu identitas. Kartu identitas itu, harus menjadi bukti dia tinggal di wilayah yang termasuk pengecualian itu. Atau surat keterangan dari perusahaan tempat dia bekerja.

Menurut Irvan, prinsip diberlakukannya aturan kewajiban mengantongi surat bebas Covid-19 itu lantaran pihaknya ingin memastikan orang yang masuk ke Surabaya dalam kondisi sehat.

Sebab, misalnya pekerja yang tinggal di Surabaya, dan dalam tempo tertentu pulang kampung maka harus ada jaminan dia dalam kondisi sehat saat kembali ke Surabaya.

Saat ini, monitoring kewajiban mengantongi surat keterangan hasil rapid test non reaktif atau hasil swab negatif, sementara akan dilakukan di pintu masuk seperti Bandara, Stasiun, Pelabuhan dan Terminal.

Sedangkan di pintu masuk untuk kendaraan pribadi masih dibahas bakal seperti apa teknisnya.

Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, bisa saja monitoringnya bakal dilakukan di check point di pintu masuk atau ke tempat-tempat usaha.

"Di pintu masuk, juga bisa ditempat usaha," ujar Eddy.

Sebelumnya, Perwali nomor 33 tahun 2020 yang baru dikeluarkan Pemkot, diantaranya mewajibkan seluruh pekerja luar kota yang keluar masuk Surabaya harus negatif Covid-19.

Bahkan, harus mengantongi surat keterangan rapid non reaktif maupun swab test dengan hasil negatif yang berlaku 14 hari. Artinya, setiap dua minggu harus diperbarui.

Ketentuan itu termuat dalam pasal 12 poin 2 tentang pedoman pelaksanaan tatanan normal baru pada kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada kegiatan bekerja di tempat kerja untuk karyawan/pekerja

Sumber : https://surabaya.tribunnews.com/2020/07/18/pemkot-surabaya-perlakukan-khusus-pekerja-sidoarjo-dan-gresik-cuma-syarat-ini?page=2

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel