Bunuh Anak Karena Kesal dengan Sikap Istri Siri


JAKARTA - Motif Cece Suhandi (32) membunuh dan membuang jasad anak tirinya, Muhammad Abdullah (2) bukan hanya karena kesal sang anak rewel.

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi mengatakan Cece tega membunuh Abdullah karena kesal dengan sikap istri sirinya, SAP (19).

"Alasannya karena istrinya sering tidak pulang. Selain itu ada masalah ekonomi sehingga tersangka melampiaskan kekesalan ke anaknya," kata Arie di Mapolrestro Jakarta Timur, Senin (20/7/2020).

Penganiayaan yang dilakukan Cece pun bukan satu kali saja, sebelum Abdullah tewas pada Senin (6/7/2020) dia sudah kerap disiksa secara keji.

Dari pukulan tangan, sundutan rokok, dipukul menggunakan pipa besi, hingga paling parah kepala dibenturkan ke tembok dialami Abdullah.

Luka di kepala itulah sebab Abdullah yang jasadnya ditemukan warga di aliran Kali Cipto, Kecamatan Cakung pada Selasa (7/7/2020) tewas.

"Pelaku sempat melarikan diri ke Bogor. Tapi setelah penyelidikan kita berhasil mengamankan pelaku, dia mengaku sudah membunuh dan membuang anak tirinya," ujarnya.

Arie menuturkan Abdullah dijerat pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto 338 KUHP tentang Pembunuhan.

Dia dipastikan menghabiskan masa mudanya di penjara karena ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, terlebih bila hakim menambah hukuman.

Pasalnya hukuman bagi pelaku kekerasan terhadap anak yang dilakukan orang terdekat, dalam hal ini orangtua ditambah sepertiga.

"Barang bukti yang kita amankan pipa yang digunakan pelaku untuk memukul korban dan baju yang dikenakan korban saat kejadian (dibunuh)," tuturnya.

Siksa korban selama sebulan

Sel penjara tampaknya memang tempat yang cocok bagi Cece Suhandi (32) karena sudah tega membunuh anak tirinya, Muhammad Abdullah (2).

Pasalnya sebelum Abdullah tewas pada Senin (6/7/2020) akibat luka hantaman benda tumpul di kepala, dia sudah kerap jadi korban penganiayaan.

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi mengatakan Cece yang berprofesi jadi tukang parkir itu sudah lama menyiksa Abdullah.

"Ini sudah dilakukan berulang kali dalam kurun waktu satu bulan ini. Jadi sudah sering mengalami tindak penganiayaan sebelum akhirnya meninggal," kata Arie di Mapolrestro Jakarta Timur, Senin (20/7/2020).

Cece yang tercatat warga Kecamatan Cakung berdalih menganiaya Abdullah karena sakit hati kepada istri sirinya SAP (19).

Dia beralasan SAP yang bekerja jadi pelayan Cafe jarang pulang sehingga tak terima mengurus Abdullah seorang diri di rumah.

"Setelah membuang jasad korban pelaku sempat mengancam ibu korban agar tidak menceritakan perbuatannya. Sekarang masih kita dalami," ujarnya.

Arie menuturkan perbuatan Cece terungkap usai jasad Abdullah yang tersangkut di aliran kali Cipto ditemukan warga pada Selasa (7/7/2020).

Penyidik Unit Reskrim Polsek Cakung lalu membawa jasad ke RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi, hasilnya Abdullah tewas akibat dianiaya.

Hasil autopsi tersebut jadi modal penyidik Unit Reskrim Polsek Cakung melakukan penyelidikan dan membuktikan perbuatan Cece.

"Pelaku menganiaya korban di rumahnya, dia membuang jasad korban dengan maksud agar perbuatannya tidak diketahui lalu kabur. Pelaku kita amankan di Bogor," tuturnya.

Sang ibu stres

SAP (19) tak hanya dirundung sedih setelah buah hatinya, Muhammad Abdullah (2) tewas dianiaya suami sirinya, Cece Suhandi (32).

Kanit Resmob Polrestro Jakarta Timur AKP Tom Sirait mengatakan SAP yang bekerja jadi pelayan kafe itu kini stres meratapi kepergian anaknya.

"Ibu korban masih stres karena sedih anaknya meninggal. Stres karena sempat diancam mau dibunuh juga sama pelaku," kata Tom di Mapolrestro Jakarta Timur, Senin (20/7/2020).

Ancaman pembunuhan terhadap SAP dilontarkan Cece pada Senin (6/7/2020), selepas Abdullah tewas akibat luka hantaman benda tumpul di kepala.

Kesedihan anaknya dibunuh dan takut terhadap ancaman pembunuhan membuat SAP tak berani melaporkan perbuatan Cece ke polisi.

"Setelah membuang jasad korban tersangka kabur ke Bogor. Karena di sana tidak punya keluarga dia tidur di pinggir jalan. Kita amankan depan Stasiun Bogor," ujarnya.

Tom menuturkan dari hasil pemeriksaan SAP tak ikut menganiaya Abdullah sehingga merasa bersalah tidak bisa merawat anaknya.

Sementara Cece mengaku setidaknya sudah satu bulan menganiaya Abdullah, dari memukul dengan tangan dan pipa hingga menyundut rokok.

"Pengakuan tersangka dia menganiaya korban karena kesal istrinya sering enggak pulang ke rumah. Jadi kesal karena harus merawat anaknya sendirian," tuturnya.

Sumber : https://jakarta.tribunnews.com/2020/07/21/bunuh-anak-karena-kesal-dengan-sikap-istri-siri-cece-juga-sempat-siksa-korban-selama-sebulan?page=4

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel