Anak Bunuh Ibu Kandung Pakai Cangkul


Padahal cuma dimarahi doang!

Dimarahi oleh ibu kandung memang hal yang wajar, sudah pasti semua orang pernah mengalaminya. Namun, siapa sangka omelan seorang ibu malah berujung pada petaka. Seperti yang dialami oleh Suparti (75), ia dibunuh anak kandungnya sendiri yang bernama Haris (43) lantaran si anak kesal diomeli saat pulang dari sawah.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (16/6/2020) sekitar pukul 20.00 WIB di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang, Sumatera Utara. Haris diduga mengalami gangguan jiwa dan tidak bisa mengontrol emosi hingga tega membunuh korban.

1.Bunuh ibu pakai cangkul


Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebagaimana diberitakan Tribunjakarta.com (17/6/2020), sebelum pembunuhan terjadi Haris baru saja pulang dari sawah. Ternyata ketika dirinya masih dalam keadaan capek tersebut sang ibu memarahinya dengan nada yang tinggi. Merasa kesal dengan ibunya, pelaku kemudian mengambil cangkul dan menebas kepala Suparti.

Dari hasil interogasi sebelumnya pelaku sempat dari sawah. Jadi ketika pulang merasa capek. Korban sempat memarahi pelaku dengan nada tinggi, jelas Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kompol Muhammad Firdaus.

Dalam penganiayaan sadis itu, korban juga terkena pukulan di bagian vitalnya, hingga akhirnya korban tewas dalam keadaan yang menyedihkan di tangan sang anak.

2.Pelaku sudah siapkan lubang kuburan
Selain membunuh ibu kandungnya sendiri, rupanya Haris telah menyiapkan lubang kuburan untuk memakamkan jenazah sang ibu. Awalnya warga sempat bertanya-tanya perihal keberadaan lubang di tanah warga yang dekat dengan rumah Haris tersebut, yang mana jaraknya sekitar 20 meter dari lokasi kejadian.

Dari hasil pantauan Tribun-medan.com pada Rabu (17/6/2020), panjang lubang itu sekitar 1,5 meter dengan lebar setengah meter dan kedalaman juga setengah meter.

Warga lain pun enggak tau kenapad ada lubang itu. Tadi malam belum ada yang tau pas paginya baru tahu warga sini, ujar Misno selaku Kepla Desa Bangun Rejo.

Kompol Muhammad lalu membenarkan bahwa lubang itu memang digali pelaku untuk mengubur mayat ibunya.

Ia benar (sengaja disiapkan untuk dikuburkan), jelasnya.

Warga sempat mengira lubang itu dibuat oleh orang yang akan menjadikannya lubang sampah, sebab pada Selasa (16/6) malam belum ada yang mengetahui keberadaan lubang tersebut.

3.Suami korban sedang ke masjid


Sunggung malang nasib Warso (79) yang harus kehilangan istrinya gara-gara anak kandung mereka sendiri. Pasalnya, saat peristiwa pembunuhan berlangsung dirinya sedang mengunjungi kerabat dan shalat di masjid.

Ketika pulang ke rumah, pintu dalam keadaan terkunci sehingga ia harus mengetuknya terlebih dahulu. Jika biasanya yang membukakan pintu adalah istrinya, hari itu yang membuka pintu adalah Haris.

Pukul 18.30 suaminya ini sudah berangkat ke Masjid Al Badar yang ada di Dusun yang sama. Dia salat magrib dan isya di masjid. Setelah itu dia sempat ke rumah keponakannya baru kemudian pulang pukul 20.35 dia pulang, jelas Kompol Muhammad.

Merasa curiga, ia pun mencari istrinya di dalam kamar dan kamar mandi. Hingga akhirnya Suparti ditemukan dalam kondisi penuh darah di dapur rumahnya yang gelap.

Karena tidak ada baru kemudian diperiksa ke dapur rumah. Waktu itu posisinya gelap baru disenterinya menggunakan mancis. Di situlah dia melihat korban sudah dalam keadaan telentang dan bersimbah darah, tambahnya.

4.Punya riwayat gangguan jiwa
Kepala Desa Bangun Rejo, Misno, menuturkan bahwa Haris memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Diduga gara-gara tidak bisa menahan emosi, ia akhirnya tega membunuh ibunya dengan sadis.

Ayah pelaku yang juga suami korban juga membenarkan pernyataan tersebut. Menurutnya sang anak telah berusaha dibawa kemana-mana untuk berobat, namun tak kunjung membaik. Ia tak meyangka bahwa kondisi mental Haris akan membawa petaka bagi keluarganya.


Dia memang ada masalah kejiwaannya. Sudah kami bawa ke mana-mana sebenarnya. Ke rumah sakit udah pernah termasuk juga pernah kami ruqiah, jelas Warso pada Rbu (17/6/2020).

5.Diamankan polisi
Tak lama setelah mendapat laporan pembunuhan itu dari warga, polisi segera menuju ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku. Jenazah korban juga dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan.

Dari peritiwa itu polisi mengamankan barang bukti berupa cangkul yang digunakan Haris untuk menghabisi nyawa ibunya. Mengenai kondisi kejiwaan pelaku, polisi masih akan melakukan penyelidikan yang lebih mendalam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel