Air Mata Direktur RSU dr Soetomo untuk dr Miftah yang Wafat akibat Corona




jatimnow.com - Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo, dr Joni Wahyuadi menangis saat ditanyakan tentang meninggalnya dr Miftah Fawzy Sarengat karena terpapar Virus COVID-19.
Miftah adalah dokter yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Penyakit Dalam di RSU dr Seotomo Surabaya. Dia dinyatakan meninggal dunia pada Rabu pagi (10/6). 
"Sakjane (sebenarnya) jangan tanya itu. Saya nangis kalau kamu tanya itu, karena itu murid saya," tutur Joni saat ditanya wartawan di acara jumpa pers tentang perkembangan penanganan COVID-19 di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu malam (10/6). 
Joni yang juga Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jawa Timur sempat terdiam dan menarik napas panjang ketika menjawab pertanyaan tentang dr Miftah. Kemudian dr Joni melanjutkan jawabannya dan menceritakan tentang dr Miftah yang sudah dilarang bertugas di ruang isolasi RSU dr Soetomo karena memiliki obesitas.
"Jadi beliau itu tanggal 27 sakit karena memang Miftah itu masih praktik juga," katanya. 
"Sebetulnya kita sudah tidak tugaskan dia di ruang isolasi, karena kita tahu dia punya obesitas. Dia tapi tetap jaga dan masih praktik," ujarnya. 
Joni menerangkan, pada awalnya dr Miftah memiliki gejala panas, batuk dan dilakukan rapid test maupun swab. 
"Itu swab-nya negatif dan rapid-nya negatif. Tapi terus keluhannya memberat dengan komplikasi-komplikasi, dirawat di sebuah rumah sakit swasta karena memang istrinya bekerja di situ, akhirnya dirujuk ke kita (dr Soetomo) dalam kondisi ventilator," tuturnya. 


"Kita sudah berupaya melakukan plasma convalescent juga, tapi karena kondisinya yang memang berat dan faktor komorbid-nya (penyakit penyerta) cukup berat, sehingga kita tidak bisa menolong. Tadi pagi meninggal dimakamkan di Magetan sesuai permintaan keluarga," terangnya.
Joni mengatakan, istrinya dr Miftah juga dokter di salah satu rumah sakit swasta. Status istrinya juga terkonfirmasi positif COVID-19. 
"Istrinya juga dokter. Saya tidak tahu bagaimana mekanismenya dia mendapatkan infeksi saat di mana, kita nggak tahu," katanya. 
"Bisa juga di praktik, bisa juga di (RSU) Soetomo, bisa juga di rumah sakit tempat istrinya kerja, kita tidak tahu. Atau juga bisa berpapasan dengan OTG (orang tanpa gejala), jadi kita tidak tahu. Tapi yang jelas istrinya juga positif," katanya. 
Joni juga berharap istri Miftah diberikan keselamatan. "Jadi kita berdoa semoga Tuhan memberikan keselamatan pada istrinya. Sudah jangan tanya lagi nanti saya ndak bisa jawab," tandasnya.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel