5 Potret meyedihkan?/,,KISAH NYATA Seorang Ibu Memasak Batu, Bohongi 8 Anaknya yang Kelaparan Akibat Pandemi Corona


SRIPOKU.COM - Hingga kini pandemi virus corona menjadi perhatian dan polemik kesehatan dunia.

Salah satunya negara Kenya sebanyak 582 kasus terkonfirmasi, 190 orang sembuh serta 266 orang meninggal dunia.

Hingga kini kasus virus corona di seluruh dunia sebanyak 3,75 juta terkonfirmasi, 1,24  juta meninggal dunia serta sebanyak 263 ribu orang sembuh.

Sementara, tak hanya virus corona yang membahayakan saat ini, namun juga kelaparan juga mengintai dan menjadi ancaman.

Kenya atau Republik Kenya atau Jumhuriye Kenya adalah sebuah negara yang terletak di kawasan Afrika Timur yang berbatasan langsung dengan Ethiopia di sebelah utara, Somalia di sebelah timur dan timur laut, Tanzania di selatan, Uganda di barat, Sudan di barat laut serta dibatasi Samudera Hindia di bagian tenggara.

Virus corona tak hanya berdampak pada masalah kesehatan namun juga pada perekonomian rakyat.

Bahkan, seorang wanita di Kenya ini harus memasak batu karena tak memiliki apa-apa untuk dimakan.

Hal ini diberitakan melalui media setempat NTV Kenya pada Jumat, 1 Mei 2020 lalu.


Lantaran tak memiliki harta dan bahan makanan, ibu ini terpaksa memasak batu.

Seorang ibu di Kenya, Peninah Bahati Kitsao mendadak viral setelah banyak warga Kenya berbondong-bondong meramaikan rumahnya untuk membantu.

Diketahui, janda 8 anak ini mengelabui anak-anaknya seolah si ibu memasak makanan, tetapi yang dimasak ternyata batu.

Dikutip dari kanal YouTube Muslim Ahad, kisah serupa pernah terjadi di zaman kholifah Umar bin Khatab, ini kisahnya.

"Apa yang ada di panci itu?," tanya Umar kepada seorang ibu yang tengah memasak.

"Air, aku berusaha menghibur mereka sampai mereka tidur, Allah yang akan mengadiili Umar karena kesusahan kami ini," ujar wanita tersebut.

Wanita tersebut tak menyadari jika yang saat itu yang menghampirinya adalah Umar.

"Saudariku...," ujar seorang pria yang berdiri di belakang Umar.

"Semoga Allah menyayangimu, bagaimana Umar bisa tahu tentangmu?," ujar Umar tak memberitahu identitasnya.

"Ia pemimpin kami, tapi tak perhatikan kami," sahut wanita itu lagi.

"Kau akan baik-baik saja, saudariku tetaplah di sini sampai aku kembali membawa sesuatu untukmu," ujar Umar.


Dan kisah tersebut terjadi di zaman sekarang, seorang ibu tersebut memasak batu supaya anak-anaknya yang kelaparan melihat dirinya tengah memasak.

Peninah berharap anak-anaknya akan tertidur sambil menunnggu makanan selesai dimasak.

"Mereka (anak-anak saya) mulai memberi tahu saya bahwa mereka tahu saya berbohong," kata Peninah.

"Tetapi saya tidak bisa melakukan apa-apa, karena saya tidak punya apa pun," jelasanya.


Peninah tinggal di Mombasa, Kenya, tinggal di rumah dengan dua kamar tidur tanpa air dan listrik.

Peninah menuturkan bahwa dia menjadi janda sejak tahun lalu ketika suaminya meninggal dibunuh oleh sekelompok penjahat.

Sehari-hari ia bekerja mencuci pakaian di dekat rumahnya.

Namun, pekerjaan itu sekarang sulit didapat karena orang-orang membatasi interaksi terkait pandemi virus corona.


Seorang tetangganya yang bernama Prisca Momanyi memberitahu media tentang keadaan Peninah.

Setelah diwawancarai oleh NTV Kenya, Peninah pun menrima bantuan uang dan rekening bank dibuka untuknya.

"Saya masih belum percaya warga Kenya bisa sangat peduli," ujarnya.

"Setelah saya menerima telepon dari seluruh negeri dan mereka bertanya bagaimana mereka bisa membantu," tambahnya.

Seperti banyak warga Kenya berpenghasilan rendah lainnya, Peninah kesulitan mendapatkan penghasilan selama sebulan terakhir.

Sejak pemerintah memberlakukan aturan-aturan guna membatasi penyebaran virus corona.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel