Mengaku Terpapar Virus Corona, Gadis Mabuk Ini Ternyata Hanya "Prank" Petugas Medis


Fakta Gadis Mabuk Mengaku Terpapar Covid-19, Ternyata Prank ke Petugas Medis, Kini Jadi Tersangka

Kejang-kejang saat dibawa ke rumah sakit 

Kasatreskrim Polres Bone, AKP Mohammad Pahrun mengatakan, kasus tersebut terjadi pada Jumat (8/5/2020) dini hari.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, kasus tersebut bermula saat tersangka dan ketiga temannya sedang mabuk di indekosnya di Jalan Salak, Kelurahan Jeppe, Kecamatan Taneteriattang Barat.

Saat itu, tiga temannya kaget setelah mengetahui AR tiba-tiba kejang dan mengalami sesak napas.

Khawatir dengan kondisi tersangka, oleh tiga temannya lalu dibawa ke puskesmas.

Mengetahui kondisi temannya yang tak sadarkan diri dan mengalami sesak napas, oleh pihak puskesmas lalu dirujuk ke RS Hapsah.

Mengaku terpapar corona 

Saat dilakukan pemeriksaan di RS Hapsah, tersangka diketahui sadar dan mengaku kepada petugas sempat melakukan kontak fisik dengan kakeknya di Papua yang terindikasi terpapar virus corona.

Karena pengakuan itu, oleh pihak rumah sakit, tersangka dirujuk ke RSUD Tenriawaru untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Mengingat di rumah sakit tersebut fasilitasnya tidak lengkap.

Setibanya di RSUD tersebut, tersangka langsung ditangani dengan prosedur Covid-19.

Namun, saat dilakukan pemeriksaan oleh tim medis yang bersangkutan tidak menunjukan gejala Covid-19.

"Saat diperiksa suhunya bagus, tidak ada tanda-tanda Covid-19," ujar Pahrun.

Petugas medis mulai curiga, selain tidak ada indikasi Covid-19 yang bersangkutan bersangkutan tercium bau alkohol.

Dari situ diyakini, bahwa tersangka tidak terpapar virus corona dan hanya mabuk.

Mengaku hanya prank 

Karena kondisi itu, tiga rekannya diminta membawa pulang tersangka.

Pasalnya, yang bersangkutan hanya mabuk dan petugas medis yakin jika tidak terinfeksi virus corona.

Setibanya di mobil, tersangka teriak ternyata kalau hanya melakukan prank.

"Dipanggil temannya, ambil temanmu mabuk dia.

Sesampai di mobil dia teriak ku prank ko (saya prank kamu)," ujarnya.

Atas perbuatannya itu, pelaku diamankan polisi dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka.


Ia dikenakan Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dalam pasal itu disebutkan bahwa barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dihukum dengan hukuman setinggi-tingginya 10 tahun penjara. (Tribunnewsmaker.com/*)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel