Merasa Aman dari Corona karena Merasa Dekat dengan Allah? Anda KELIRU


Jakarta - Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Musyarrofah Petukangan Utara Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan, KH. A. Nawawi mengingatkan masyarakat tentang resiko pandemi virus Covid-19 atau Corona.

KH A. Nawawi mengatakan, nabi Muhammad saw ialah seorang nabi yang paling dekat dengan Allah. Namun perjuangan nabi bersembunyi dari kejaran musuh bukan karena nabi takut, tapi risalah agama memerintahkan demikian.

"Ketahuilah Wahai Saudaraku, rasulullah adalah manusia yang paling dekat dengan Allah, bersembunyi di gua Tsur dari kejaran Kafir Quraisy. Bukan karena dia takut atau pengecut, tapi risalah agama ini harus sampai ke generasi berikutnya," tuturnya kepada redaksi laduni.id, Jumat (10/4/20).

Lebih lanjut Kiai Nawawi juga menjelaskan tentang kisah nabi sebelumnya. Ia mengungkapkan,  Nabi Musa alaihi salam adalah salah satu ulul azmi, salah satu manusia yang paling dicintai oleh Allah subhanallahu wa ta'ala. 

"Ia berlari menyeberangi laut mati menghindari kejaran Firaun. Bukan karena dia takut atau pengecut tapi agama ini tidak menginginkan umatnya mati konyol," tandas dia.

Nabi Ibrahim alaihi salam, ungkap dia lagi, adalah manusia kedua yang paling dicintai oleh Allah subhanallahu  wa ta'ala pernah berlari dari kejaran Namrud. 

"Bukan karena dia takut atau pengecut tapi agama ini kadang harus mengalah untuk menang," beber dia.

Lebih dalam tutur dia lagi, khalifah Umar radhiyallahu anhu adalah manusia yang dijamin masuk syurga pernah menghindari kampung yang terkena wabah (tha'un). 

"Bukan karena dia takut atau pengecut tapi beliau berpendapat bahwa berlarilah dari takdir buruk ke takdir yang baik," tutur dia, tegas.

Dan kalian yang bukan Rasul, bukan Nabi, bukan pula manusia yang dijamin Syurga, kata dia lebih lanjut mengingatkan, dengan pongah seolah menantang wabah (tha'un) dengan berkata jika kita dekat dengan Allah maka wabah itu tidak akan mendekati kita. 

"Ketahuilah saudaraku, jangan engkau jahil (bodoh) dengan ilmumu, bukankah lebih baik menghindari mudharat (bahaya) daripada mengambil Manfaat," tutur dia.

Iapun mengimbau tentang bahaya wabah virus Corona. Ia meminta Masyarakat untuk taat dengan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Apa yang di putuskan MUI itulah yang terbaik untuk saat ini. Insya Allah sudah sesuai tuntunan. Yakin dan percaya para Ulama dalam mengambil keputusan di hati kecilnya pasti menangis sama seperti kita," pungkas dia. (*) 

Sumber : https://www.laduni.id/post/read/67809/merasa-aman-dari-corona-karena-merasa-dekat-dengan-allah-anda-keliru

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel