Mantul! Bule Cantik Austria Dinikahi Bambang Petugas PPSU Pondok Labu


Dibalik kesuksesan seorang pria pasti ada sosok wanita hebat dibelakangnya. Wow kebayang bukan itu baru satu, gimana punya dua wanita pastiii tambah sukses.. Perumpaan ini juga yang diyakini oleh Senum, perjaka tingting 22 tahun asal Dusun Selangaran Desa Bilelando Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah.

Adalah pria 28 tahun bernama BAMBANG Irawan atau kerab disapa juga dengan panggilan Awan. Dirinya berprofesi sebagai petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum. Bambang tidaklah tampan, kulitnya pun terbilang item, namun ia memiliki kumis tipis yang mungkin gara-gara ini bule cantik Austria sampai tergila-gila.
Perkenalannya dengan Arzum Bali, Bule cantik asal Austria berawal dari Aplikasi Karaoke Smule. Mereka sering bernyanyi bersama sejak tahun 2016. Mula-mula pertemanan lama-lama jatuh cinta hingga bercocok tanam, mereka resmi menjadi pasangan suami istri pada 18 agustus 2019 kemarin.
Ini Bambang Petugas Kebersihan PPSU yang beruntung mempersunting istri cantik Import dari Austria

“Awalnya dari Media Sosial Smule, kemudian dari situ kita sering nyanyi bareng. Dari situ pertemanan kita berlanjut, Terus berhubungan di media sosial, sampai benih-benih cinta pun hadir.
Rupanya, Arzum lah yang mempunyai rasa lebih dulu kepada Awan.  Arzum yang pertama kali menembak ketika mereka pertama kali bertemu. Ya dirinya nekat menghampiri pria berkumis tipis itu di Jakarta pada tahun 2017.
Sontak BAMBANG kaget, rasanya seperti mimpi, dan yang lebih gila lagi bule cantik itu langsung menyatakan cinta….ahhh rasanya seperti lelucon tapi ini kenyataan. Tak pernah ia bayangkan bisa mendapatkan istri secantik itu, yang gadis lokal made in Indonesia tipe sangat sederhana sekali saja sejak dulu banyak yang menolak cinta Awan.
Ahh mungkinkah ini yang dinamakan rejeki anak soleh imbuh Bambang alias Awan itu bersungut-sungut.

Mengutip dari tribunnews.com, Selama 2 minggu berada di Jakarta, Arzum menghabiskan waktu dengan pria berkumis tipis yang disukainya itu.Bahkan, bule berdarah Turki ini langsung dengan gagah berani mengajak Awan menikah.”Dari pertemuan pertama kalinya itu, dia ngajak saya nikah,” pungkas Bambang. Dari situlah, hubungan mereka berlanjut ke tahap yang lebih serius.
Bambang dan Bule Cantik Daftar nikah di KUA Cilandak

Selama tahun 2018, Bambang harus bolak-balik ke instansi pemerintahan untuk mengurus berkas menikah.Dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia hingga Kedutaan Austria.
Ia harus mengurus akte lahir, surat domisili hingga surat keterangan belum pernah menikah. Sebab, pernikahannya lintas negara.
“Memang pas pengurusan, harus jauh-jauh hari karena lama. Saya pun sempat bikin akte baru karena yang lama enggak boleh dilaminating. Ada kali lima kali bolak-balik,” ceritanya. Berkas yang sudah dilegalisir oleh Kementerian itu pun ia serahkan ke Kedutaan Austria.Usai dilegalisir, berkas kemudian dikirimkan ke Austria.Sebab, pengiriman berkas itu agar Austria memberikan izin nikah untuk warganya, Arzum.
“Berkas semua harus dilegalisir baru diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman oleh penerjemah tersumpah. Kemudian saya kirim,” sambungnya. Namun, Arzum yang sudah terlanjur balik lagi ke Jakarta membuat Bambang harus menarik kembali berkas yang telah dikirimkan ke Austria itu.

“Saya udah ngirim buat dia terima. Tapi mendadak dia datang ke Jakarta jadi berkas ditarik kembali,” bebernya.
Mereka pun akhirnya daftar menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cilandak pada tanggal 18 Agustus 2019 silam. Seperti layaknya pernikahan di permukiman, Awan pun menggelar resepsi nikahan di rumah.
Belajar bahasa Jerman demi cinta
Usai menikah, Arzum kembali ke tempat asalnya di Wels, Austria. Nantinya, Awan akan menyusul perempuan berdarah Turki itu ke sana. Namun, ia harus belajar bahasa Jerman sebelum berangkat ke Austria.
“Harus belajar bahasa Jerman dulu. Harus punya sertifikat A1. Saya akan ikut les di Goethe-Institut Jakarta,” bebernya. Petugas kebersihan sampah itu juga belajar sendiri lewat buku-buku latihan bahasa Jerman.Ia pun harus memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai petugas PPSU jika berangkat ke Jerman.

“Bu Lurah cuma memberikan pesan, hati-hati, yang penting di sana sudah ada kerjaan, baru keluar dari PPSU,” tambahnya.
Memperistri Arzum bak kejatuhan rezeki nomplok.
Dari hubungannya ini, harap Awan, ia dapat memperbaiki keturunan. Awalnya, orangtua Awan pun juga tak percaya anaknya bisa memiliki kekasih orang Austria.
“Mereka juga enggak percaya. Masa banyak perempuan di Indonesia, dapetnya dari luar. Tapi mereka memberi kebebasan ke saya,. Saat ditanya apakah Bambang senang bisa mendapatkan istri cantik bule? Dengan lantang Bambang berkata sangat senang, namanya dapat durian montong, segar, kenyal, kenyang, mantab betul imbuhnya bersungut-sungut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel