Kali Pertama, 60 Pasien Covid-19 Di DKI Jakarta Sembuh Dalam Sehari


Ini rekapitulasi dan catatan tren data kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta. Tersedia data jumlah pasien positif, sembuh, meninggal, masih dirawat, serta dalam isolasi mandiri. Data disajikan berupa tren akumulasi di DKI Jakarta dan tren detail per kecamatan.



SEJAK 26 Maret 2020, Kompas.com menyediakan artikel yang khusus memperbarui catatan data harian wabah virus corona (Covid-19) di DKI. Catatan ini dibuat per kelurahan. Semua dalam wujud infografik interaktif.

Lalu, mulai 7 April 2020, catatan tersebut dilengkapi pula dengan infografis berbasis peta dan gradasi warna yang memperlihatkan kepadatan kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta per kecamatan.

Dua olahan data di atas bersumber dari laman corona.jakarta.go.id. 

Di luar itu, tercantum pula pergerakan data kasus positif Covid-19 se-Indonesia. Kali ini, data merujuk pada laman Covid19.go.id. 

Dari semua pergerakan data harian tersebut, Kompas.com mencermati kabar baik yang muncul pada 11 April 2020, merujuk data per pukul 09.00 WIB pada hari itu.

Pada 11 April 2020, data yang dilansir Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan pasien sembuh bertambah 60 orang, menjadi 142 orang.

Baru kali ini tercatat lonjakan jumlah pasien sembuh dalam sehari sampai 60 orang, sejak informasi jumlah pasien dapat diakses publik.

Jumlah 142 memang baru 7,46 persen dari total 1.903 pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta.

Namun, 60 orang sembuh dalam sehari dari infeksi virus ini di satu provinsi tetaplah kabar baik. Capaian ini bahkan belum terjadi di tingkat nasional.

Tren data

Berikut ini rincian pergerakan data tambahan total pasien positif Covid-19. Masing-masing infografik ini memuat rincian pasien sembuh, dirawat, menjalani isolasi mandiri, dan meninggal.

Untuk infografik berisi tren data, tekan tombol play (segitiga di dalam lingkaran) di bagian bawah grafik untuk melihat tren data pada kurun 31 Maret 2020 sampai 11 April 2020.

Total akumulasi
Dari total pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta, sekitar 38 persen tidak diketahui domisili tempat tinggalnya di Ibu Kota. 

Lalu, sekitar 4,73 persen pasien belakangan diketahui memang tidak berdomisili di DKI Jakarta. Mereka berasal dari luar Ibu Kota tetapi mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan di DKI Jakarta.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel