6 Kisah Kekejaman Suami ke Istri yang Berujung Maut


Suami membunuh istri menghiasi cerita kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang marak terjadi 

belakangan ini. Beragam alasan yang menjadi pemicu KDRT itu terjadi.

Dari serangkaian KDRT, aksi suami bunuh istri dimotivasi berbagai macam. Sebut saja, karena terbakar 

rasa cemburu dan rasa sakit hati karena diperlakukan tidak baik oleh istri.

Ada juga karena soal uang hingga nyawa istri pun melayang. Namun, yang mungkin paling ekstrem adalah 

yang terjadi Garut Jawa Barat.

Dipicu emosi yang meninggi, suami di Garut ini melindasnya istrinya dengan truk fuso. Berikut 

rangkuman Liputan6.com terkait kisah kejam suami bunuh istri:

1. Suami Lindas Istri


Warga Kampung Calincing, RT 02 RW 04, Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, 

Jawa Barat, bernama Is membunuh istrinya, Dewi Supartini (35). Dengan menggunakan truk Fuso yang 

biasa digunakan untuk bekerja, tega melindas istrinya hingga tak bernyawa.

Warga Kampung Calincing, RT 02 RW 04, Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, 

Jawa Barat, bernama Is tega melindas istrinya, Dewi Supartini (35), dengan menggunakan truk Fuso yang 

biasa digunakan untuk bekerja. Nyawa sang istri pun melayang.

"Pelaku menabrakkan truk tersebut dengan sengaja kepada korban (istrinya) hingga tewas," ucap Kepala 

Subbagian Humas Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, AKP Ridwan Tampubolon, Rabu, 3 Mei 2017.

Pembunuhan sadis itu terjadi Selasa, 2 Mei 2017 pukul 21.00 WIB, di sekitar Jalan Desa Cimurah, depan 

Gapura Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai kernet truk Fuso itu cekcok mulut dengan korban. "Habis itu 

pelaku keluar rumah dan menuju mobilnya untuk istirahat dalam mobilnya," ujar dia.

Namun bukannya reda, sang istri malah terus bersitegang menanyakan suatu hal. Hingga akhirnya, korban 

mengejar pelaku hingga ke mobilnya.

Dalam marah yang membuncah, pelaku mengambil jalan pintas dengan melindas korban. "Korban kemudian 

melarikan diri dengan mobilnya ke arah kota," tutur Ridwan.

Usai pemeriksaan, Iwan menjadi tersangka dan terungkap lah motif. "Jadi keterangan kepada polisi saat 

pemeriksaan diakui jika sebelumnya ada cekcok sebab sebelumnya ada penelepon lelaki yang tidak 

dikenal," ujar Ridwan, Kamis, 4 Mei 2017.

Iwan yang ditahan di Polres Garut dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan yang menyebabkan 

kematian. "Ancamannya 15 tahun penjara," kata Ridwan.

2. Tahajud Suami Usai Tikam Istri


Rasa cemburu juga jadi pemicu suami bunuh istri di Dusun Lubuk Bugis, RT 005 RW 03, Desa Tanjung 

Bugis, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Peristiwa itu terjadi Selasa, 2 Mei 2017, sekitar pukul 02.30 WIB di. "Korban bernama Rizka 

Devianggita, 26 tahun. Sedangkan pelakunya, suami korban bernama Azwar Anas, 26 tahun," kata AKP Cucu 

Safiyudin dari Humas Polda Kalimantan Barat, Selasa, 2 Mei 2017.

Awalnya, menurut dia, seorang tetangga mendengar suara teriakan minta tolong dari rumah pasangan 

suami istri (pasutri), Azwar dan Rizka. Ia kemudian mendatangi rumah Azwar dan masuk ke kamar pasutri 

tersebut.

Ketika itu, imbuh Cucu, sang tetangga melihat korban dan anaknya sedang tidur dengan berselimut dan 

tertutup bantal di bagian wajah. Tetangga itu kemudian memanggil Azwar sambil membuka bantal yang 

menutup wajah Rizka.

"Saksi melihat bagian wajah ada darah. Saksi langsung terkejut. Saksi melihat gagang pisau di bagian 

perut korban," tutur Cucu.

Tetangga itu kemudian keluar kamar dan melihat Azwar dalam kondisi shock atau terpukul secara psikis. 

"Ia berusaha menenangkan suami korban dengan mengambilkan minum untuk suami korban yang sedang 

shock," kata Cucu.

Tak lama kemudian, warga lainnya masuk ke dalam rumah pasutri tersebut dan melihat Rizka sudah dalam 

posisi terbaring. Warga kemudian memanggil ketua rukun tetangga (RT) setempat untuk memberitahukan 

adanya pembunuhan itu.

Masih dalam kondisi terguncang, Azwar sempat menyampaikan bahwa sang istri dalam sebulan terakhir 

kerap meminta cerai.

Adapun sebelum peristiwa maut itu terjadi, korban pernah bercerita kepada tetangganya pada Sabtu, 29 

April lalu. Rizka berencana berangkat ke Sintang, Kalimantan Barat, pada Senin, 1 Mei 2017. Istri 

Azwar saat itu mengatakan dirinya sudah dapat kerja di Sintang.

3. Sakit Hati Berujung di Jurang


Dipicu sakit hati, Uci Sanusi (29) tega menghabisi nyawa Sintia Nadhia (32), istrinya sendiri dan 

membuang mayatnya ke jurang. Warga Muara Babadak RT 002/012, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor 

Timur, Kota Bogor, kini ditahan di Mapolresta Kota Bogor.

Uci ditangkap polisi sembilan bulan setelah mayat mantan istri keduanya ditemukan warga di 

Pamengpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sedangkan Darman dan dua pelaku lain masih buron.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Suyudi Ario Seto menjelaskan, pelaku mengaku telah menghabisi Sintia 

pada April 2016 karena dendam. "Pelaku merasa sakit hati setelah dilempar piring oleh istrinya karena 

menolak suruhan istrinya untuk membelikan makanan," ujar Suyudi, Rabu (4 1/1/2017).

Pelaku kemudian menceritakan semua yang sering dialaminya itu kepada Darman. Keduanya lalu melakukan 

perencanaan pembunuhan terhadap Sintia.

"Keduanya mengajak korban ke Garut dengan alasan menjenguk saudara Darman yang sedang sakit," kata 

dia.

Kemudian mereka berangkat menuju Garut menggunakan mobil rental. Saat tiba di Cianjur, Darman 

mengajak dua orang temannya. "Di Cianjur mereka sempat beli tali untuk menjerat leher korban," ungkap 

dia.

Saat dalam perjalanan tepatnya di Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, Darman menjerat leher korban dengan 

seutas tali dari arah belakang. Korban yang saat itu duduk di bangku depan berdampingan dengan Uci 

pun tewas seketika.

"Pelaku membuang tali ke sungai Citarum dan mereka membungkus jasad korban dengan terpal penutup 

mobil," ujar dia.

Setiba di Pamengpeuk, Garut, jasad korban dibuang ke jurang di tengah hutan. Setelah itu, mereka 

kembali ke Bogor. 

Akibat perbuatannya, Uci dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan 

Pasal 363 tentang pencurian.

4. Air Keras untuk Istri


Seorang suami tega menyiram istrinya dengan 19 liter lebih asam sulfat. Alasannya diduga karena 

terbakar rasa cemburu.

Akibatnya, sang istri yang bernama Siti Misrah (26) meregang nyawa 2 jam. Siraman air keras itu 

membuat tubuh Siti melepuh, satu persatu membusuk karena cairan asam yang pekat.

Kejadian ini berawal saat Siti, yang bekerja sebagai buruh pabrik plastik, hendak pulang usai 

bekerja. Dia menaiki angkot KWK 06. Tapi, tiba-tiba suaminya Rio Kenedy (28), datang tergesa-gesa 

menghampirinya.

Tak banyak bicara, Rio langsung menyiramkan air keras itu ke tubuh Siti. Di dalam angkot, Siti 

meraung kesakitan. Kulitnya terbakar dan membusuk seketika.

"Saat di dalam angkot, cuma korban dan sopir saja. Sopirnya juga kena di bahu kirinya," ujar 

Wakapolres Jakarta Barat AKBP Faizal, di Mapolres Jakarta Barat, Selasa 6 Desember 2016.

Kejadian tragis pada akhir November itu pun membuat Rio menjadi buronan polisi. Sebab, usai melakukan 

aksi kejinya, Rio melarikan diri.

Warga sekitar Cengkareng segera memberikan pertolongan pada Siti. Tubuh Siti yang sudah hancur itu 

dibawa ke RSUD Cengkareng.

Ia sempat bertahan selama 2 jam. Namun pada Jumat 25 November 2016 dini hari, Siti menghembuskan 

nafas terakhir.

Polisi menangkap Rio di daerah Kampung Nelayat, Sungai Liat, Bangka Belitung, pada Minggu 4 Desember 

2016.

"Saat ini tersangka telah diamankan di Polres Metro Jakarta Barat guna dilakukan pengembangan lebih 

lanjut," kata Faizal.

Polisi menjerat Rio dengan pasal berlapis, UU KDRT Nomor 35 Tahun 2003 dan 2004, serta pasal 

pembunuhan berencana yakni Pasal 351 dan Pasal 340 KUHP.

"Pelaku ini membeli air keras eceran di berbagai tempat," ucap Faizal.

5. Dipicu Uang Rp 400 Juta


Istri meninggal di tangan suami, juga terjadi di Pekanbaru. Padahal, Zulfah akan mendapatkan uang Rp 

400 juta dari ganti rugi lahan perluasan bandara di Pekanbaru. Sang suami US, kemudian melarikan diri 

ke Kecamatan Padang Hilir, Kabupaten Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Beberapa hari kabur sejak kejadian pada 13 Oktober 2016 itu, pelarian pria berumur 49 tahun berakhir 

di tangan petugas Subdit Jatanras Polda Riau. Dia ditangkap di rumah keluarganya di kawasan tersebut.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Surawan, US terancam hukuman maksimal 20 

tahun dan paling berat hukuman mati. "Tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan 

berencana," kata Surawan didampingi Kasubdit Jatanras Polda Riau AKBP Pibri Karnapianto, Kamis 27 

Oktober 2016.

Ia menjelaskan, perbuatan ini berawal ketika US menemui korban yang berumur 54 tahun di rumah di 

Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru pada 13 Oktober 2016.

Keduanya terlibat pembicaraan yang ujungnya Zulfah menyatakan bakal meninggalkan pelaku ketika 

menerima uang ganti rugi lahan perluasan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

"Terlibat pertengkaran keduanya. Pelaku emosi dan ke luar kamar. Pelaku kemudian membawa kayu masuk 

ke kamar dan memukul kepada korban. Leher korban juga dicekik hingga meninggal dunia," ujar Surawan.

Usai kejadian, pelaku meninggalkan korban dalam keadaan tak bernyawa. Pelaku kemudian kabur ke 

Sumatera Udara menaiki bus di Jalan Lintas Duri. Pelaku bersembunyi di rumah keluarga, tanpa membawa 

harta benda korban.

"Motifnya sakit hati, jadi tak ada membawa barang korban. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong. 

Anak korban juga tak berada di rumah saat itu," kata Surawan.

Ia menyebutkan, tersangka ditangkap pada 25 Oktober 2016. Pelaku kemudian dibawa ke Mapolda Riau dan 

mengakui semua perbuatannya serta menyesali membunuh korban.

"Jadi, korban menyebut akan meninggalkan pelaku ketika mendapat uang itu. Korban menyebut hanya akan 

membawa anaknya, karena keduanya ini status nikah sirih," jelas Surawan.

6. Istri Meninggal kala Hamil Muda


Dalam kondisi hamil muda, Putri Hertina, seorang ibu muda ditemukan tak bernyawa di lantai kamar 

rumahnya. Wanita berusia 20 tahun itu tinggal di Perumahan Bumi Persada, Kota Bengkulu.

Mama muda berparas cantik dengan kulit kuning langsat itu tewas terbujur kaku dalam kondisi mulut 

menganga. Terlihat sebuah kain seprai tergeletak di sisi ibu muda tersebut saat warga Perumahan Bumi 

Persada menemukan perempuan itu.

Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta mengatakan, dugaan sementara berdasarkan barang bukti dan 

keterangan para saksi, Putri dibunuh karena dipicu kecemburuan sang suami bernama AM (25).

"Hasil visum membuktikan korban dibunuh suaminya sendiri dengan cara dibekap, hingga menutup saluran 

pernapasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ucap Kapolres di Bengkulu, Senin, 1 Agustus 

2016.

Penelusuran Liputan6.com, pelaku AM sudah mencurigai gerak gerik istrinya yang menurut para tetangga 

sering membawa pria selingkuhannya bernama JO. Puncaknya pada Sabtu dini hari pekan lalu, kabar JO 

yang mendatangi rumah korban sambil membawa makanan terdengar oleh AM yang biasanya bekerja di 

percetakan hingga subuh.

Ira (40) tetangga korban mengatakan, pada malam kejadian, JO mendatangi rumah korban sekitar pukul 

21.00 WIB, sambil membawa makanan. Suaminya yang mendapat laporan bahwa ada orang mendatangi rumahnya 

langsung pulang. Sayangnya, AM tidak bertemu dengan JO.

"Sempat terjadi adu mulut, tetapi tak lama kemudian AM langsung pergi. Kami curiga dan langsung masuk 

ke rumah yang tidak terkunci dan melihat tubuh Putri sudah tidak bernyawa," tutur Ira.

Menurut sumber lain, ibu korban sempat mengingatkan anaknya untuk tidak lagi berhubungan dengan 

selingkuhannya. Sebab para tetangga sudah sangat gelisah, apalagi mereka tinggal di kompleks 

perumahan yang padat penduduk. Tentu saja gerak gerik mereka sangat meresahkan masyarakat.

"Kondisi dia sedang hamil muda, mungkin pelaku tidak terima dengan keadaan istri sahnya itu hamil 

anak yang bukan darah dagingnya," ujar sumber yang juga bekerja sebagai tenaga medis tersebut.

Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/2942527/6-kisah-kekejaman-suami-ke-istri-yang-berujung-maut

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel