4 Kabar Baik soal Penanganan Virus Corona di Indonesia, Pasien Sembuh Terus Meningkat


Perkembangan kasus virus corona masih terus terjadi di Indonesia.

Perubahan jumlah kasus baru, kasus kematian, hingga pasien sembuh masih terus dilaporkan.

Berbagai upaya penanganan dan pengendalian dari wabah ini pun terus dilakukan oleh pemerintah.

Di antaranya adalah larangan mudik hingga pemenuhan kebutuhan peralatan yang diperlukan dalam penanganan kasus Covid-19.

Mengutip berbagai pemberitaan Kompas.com, berikut adalah sejumlah kabar baik terbaru soal kondisi dan penanganan virus corona di Indonesia:

4 kabar baik penanganan Covid-19


1. Jumlah pasien sembuh Covid-19 lebih banyak dari kasus kematian

Penambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia masih terus dilaporkan setiap harinya.

Pada Jumat (25/4/2020), ada 396 kasus baru yang dilaporkan sehingga total kasus mencapai 8.607 kasus.

Namun demikian, dalam beberapa hari terakhir, tren kenaikan pasien sembuh lebih tinggi daripada jumlah kasus kematian baru yang dilaporkan.

Hingga Sabtu (25/10/2020), 1.042 pasien Covid-19 di Indonesia telah dinyatakan sembuh.

Sementara itu, 720 orang meninggal dunia.

2. PT DI dan PT Pindad berhasil buat ventilator

PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Pindad membuat ventilator yang diperlukan untuk menangani kasus-kasus Covid-19 di Indonesia.

Mengutip Kompas.com (24/4/2020), ventilator tersebut telah dikonfirmasi lulus uji produk dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan.

Adapun ventilator buatan PT DI merupakan kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ventilator portabel yang dibuat ini diberi nama Ventilator Indonesia (Vent-I).

Setelah lulus uji produk dan klinis, mereka mampu memproduksi sebanyak 500 unit per minggunya.

Ventilator ini ditujukan bagi pasien yang masih mampu bernapas sendiri.

Sedangkan ventilator buatan PT Pindad akan digunakan bagi pasien yang kesulitan bernapas.

PT Pindad mampu memproduksi sebanyak 40 unit jenis ventilator ini untuk setiap minggunya.

3. 479.500 PCR tiba di Indonesia

Mengutip Kompas.com (25/4/2020), menurut Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, pemerintah telah mendatangkan 479.500 unit reagen untuk pemeriksaan virus corona (Covid-10) melalui metode Plymerase Chain Reaction (PCR).

Adapun reagen-reagen tersebut didatangkan langsung dari Korea Selatan dan China.

Rencananya, reagen-reagen ini akan dikirimkan ke 22 provinsi untuk digunakan di 51 laboratorium yang ada.

Alokasi dari jumlah reagen pun berbeda-beda untuk setiap wilayahnya.

DKI Jakarta direncanakan memperolah 52.000 reagen, Jawa Tengah 50.000 reagen, Jawa Timur 41.000, DIY 25.000, Jawa Barat 21.000, dan Banten 10.000 reagen PCR.

Gugus Tugas Covid-19 sudah menyiapkan pengiriman, tetapi sejumlah perwakilan daerah telah datang langsung untuk mengambil reagen.

Sebab, daerah yang bersangkutan telah kehabisan reagen.

4. Pemerintah siapkan produksi reagen PCR

Melansir Kompas.com (24/4/2020), Ketua Tim Pakar Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan bahwa pemerintah bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi tengah menyiapkan reagen yagn diproduksi dari dalam negeri.

Reagen sendiri merupakan zat atau senyawa yang dibutuhkan untuk melakukan proses tes swab dengan metode PCR.

Saat ini, Indonesia masih mengimpor reagen dari sejumlah negara untuk mencukupi kebutuhan yang diperlukan dalam uji spesimen Covid-19 metode PCR tersebut.

Sumber : serambinews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel